❮PDF / Epub❯ ★ Nyai Gowok: novel kamasutra dari Jawa Author Budi Sardjono – Thisbookse.co


Nyai Gowok: novel kamasutra dari Jawa quotes Nyai Gowok: novel kamasutra dari Jawa, litcharts Nyai Gowok: novel kamasutra dari Jawa, symbolism Nyai Gowok: novel kamasutra dari Jawa, summary shmoop Nyai Gowok: novel kamasutra dari Jawa, Nyai Gowok: novel kamasutra dari Jawa c745b785 Dalam Tradisi Masyarakat Jawa Tempo Dulu, Seorang Remaja Lelaki Yang Sudah Disunat Akan Menjalani Beberapa Prosesi Salah Satunya Adalah Nyantrik Pada Seorang Gowok Gowok Adalah Perempuan Yang Akan Mendidik Remaja Lelaki Agar Mengenal Tentang Seluk Beluk Tubuh PerempuanKonon, Sebelum Sampai Di Jawa, Gowok Adalah Tradisi Dari Istana Di Tiongkok Di Jawa, Seorang Wanita Bernama Goo Wook Niang Lah Yang Mula Mula Memperkenalkan Cara Mendidik Remaja Lelaki Yang Akan Beranjak Dewasa Dengan Diajak Tinggal Di Rumahnya Karena Lidah Orang Jawa Sulit Untuk Melafalkan Nama Goo Wook Niang, Ahirnya Mereka Menemukan Istilah Yang Mudah Diingat, Yaitu GowokBagus Sasongko, Seorang Remaja Lelaki Yang Baru Saja Disunat, Anak Seorang Wedana Di Randu Pitu, Akan Diserahkan Pada Nyai Lindri Seorang Gowok Melalui Wanita Inilah, Bagus Sasongko Akan Dididik Menjadi Lelaki DewasaPerjalanan Bagus Sasongko Bersama Nyai Lindri Membawa Keduanya Pada Hubungan Yang Unik, Penuh Kasih, Juga Intrik Yang Datang Dari Seorang Lelaki Teman Ayah Bagus Sasongko Laki Laki Yang Sangat Menginginkan Nyai LindriSebuah Novel Yang Memotret Budaya Jawa Tempo Dulu Selamat Membaca


10 thoughts on “Nyai Gowok: novel kamasutra dari Jawa

  1. says:

    Sebelumnya, saya infokan bahwa novel ini mengingatkan saya akan film Jan Dara yang dibintangi oleh Mario Maurer Tokoh utamanya sama sama lugu, dan temanya pun sama, erotis historis Jadi, saat membaca Nyai Gowok, yang tervisualisasi di benak saya justru Mario Maurer sebagai Bagus Sasongko dan ibu tiri Jan Dara yang awet muda dan bening banget itu sebagai Nyai Gowok Now, let s take a look my review Membaca tagline novel yang terasa menggigit dan amat mengundang selera selera baca tentu saja , saya langsung punya ekspektasi lebih kalau novel ini akan membawa pembaca ke dalam dunia eroro versi sopan dimana bagian bagian censored tersebut merupakan bagian dari educational purpose Sayangnya, Novel Kamasutra dari Jawa tak lebih hanya embel embel bagi saya pribadi Jika digambarkan dalam bentuk persentasi, Kamasutra yang dimaksud hanya mengisi cerita sekitar 30 40 persen, selebihnya hanya berkisah tentang gejolak pasca sunat yang dialami Bagus Sasongko saat nyantrik di rumah Nyai Lindri, juga mengenai usaha Lurah Juwiring yang desperate mengejar Nyai Lindri sampai menggunakan cara cara klenik See, judul novel ini tidak salah, hanya saja tagline nya terasa sedikit sia sia.Nyai Gowok sendiri sebenarnya memiliki premis cerita yang segar dan original Personally, saya belum pernah mendengar kisah tentang seorang perempuan yang mengabdikan dirinya untuk menjadi guru seksualitas bagi para lelaki pasca sunat untuk lebih mengetahui seluk beluk tubuh perempuan Ya, seperti yang juga disebut dalam novel ini, lelaki punya naluri Ia tahu apa yang harus ia lakukan ketika disuguhi wanita, maaf, dalam keadaan yang memang mendukung untuk melakukan hubungan badan And speaking of kamasutra again, Nyai Lindri memang mengajarkan Bagus Sasongko tips and trick untuk memuaskan perempuan di atas ranjang Saya sempat merangkum beberapa ajaran Nyai Lindri walaupun tidak begitu lengkap karena baru kefikiran pas di halaman halaman akhir menjelang ending HeheMenurut kitab Rahasya Sanggama, ada tiga cara yang dapat ditempuh lelaki untuk memuaskan batin pasangannya Angguliprawesa dengan menggunakan jari jari tangan , jihwaprawesa dengan menggunakan lidah , dan purusaprawesa dengan menggunakan alat kelamin.Ramuan dan mantra untuk membuat lebih bergairah dan something related to Mr P otak ayam jantan madu minyak bulus digosokkan ke Mr P , telur ayam mentah madu hutan diminum , minyak bulus digosokkan ke Mr P , tongseng torpedo kambing dimakan , jamu beras kencur diminum , Purwaceng dari Dataran Tinggi Dieng dimakan jika berbentuk ubi, diminum jika berbentuk kopi , dan mantra Asmara Gama dibaca.Masih banyak lagi sebenarnya pelajaran pelajaran yang didapat Bagus Sasongko saat nyantrik seperti perempuan yang ingin diperlakukan seperti makan mangga I fairly disagree with this , dan lain sebagainya yang mungkin bisa dipakai bagi yang berhak So, let s explore this book HeheSaya juga terkagum kagum dengan Mas Budi yang selain gaya tulisannya splendid, wonderful, marvellous, amazing, hehe, deskripsi latar cerita berupa tanah Jawa tepatnya Temanggung dan Jogja tahun 50 an benar benar tergambarkan dengan sangat baik Pun, latar belakang kultur masyarakat yang masih percaya hal hal gaib seperti meminta restu nenek moyang yang sudah meninggal meskipun di lain sisi mereka juga percaya kepada Tuhan Dan tentu saja, muatan historis yang disampaikan benar benar membuat saya ternganga Entahlah, mungkin Mas Budi memang menguasai sejarah Pangeran Diponegoro, kisah mengenai perkeretaapian, Sunan Kalijaga, dan lain sebagainya atau bisa juga hanya berupa hasil riset yang itupun menurut saya bukan hal yang mudah Kalaupun hal tersebut hanya berupa rekayasa atau tak lain berupa produk imajinasi semata, saya tetap salut dengan detail yang disampaikan Well, in my deep, saya tetap yakin historical things yang disampaikan bukan sekedar produk khayalan.Speaking of the drawbacks,sayang sekali saya banyak mencatat ketidakpuasaan terhadap novel ini Pertama, seperti yang sudah saya sampaikan di paragraf pertama, kesan kamasutra dari novel ini sungguh kurang terasa Di bagian bagian awal, ketika Bagus baru nyantrik di rumah Nyai Lindri, saya tidak menemui adanya ajaran yang diberikan oleh sang Nyai kepada Bagus Pun, hanya dikisahkan tentang gejolak sang remaja ketika melihat Nyai Lindri mandi atau melihat bagian bagian tubuh sang Nyai maupun Martinah yang terekspos Di pertengahan novel, Bagus juga hanya diberi ramuan ramuan Well, Martinah memang sempat memberi Bagus tips, tetapi kadarnya terasa amat kurang.Kedua, Nyai Gowok terlalu over dalam mencantumkan beberapa bagian misalnya tembang tembang jawa yang persentasi kehadirannya menyamai taburan berbalas pantun di novel Sitti Nurbaya, juga mengenai Bagus yang entah berapa kali selalu memikirkan titik kepuasaan wanita berkulit hitam ada di paha Paha, paha, paha, paha Pengulangan membuat bosan, kan Dan berbicara mengenai tembang juga mantra dalam bahasa Jawa yang banyak dicantumkan di novel ini, saya sih nggak keberatan andai saja ada terjemahannya Bagi orang non Jawa, tembang tembang dan mantra yang ditulis lengkap itu sama sekali tak ada artinya dan tentu saja akan langsung di skip.Masih mengenai berlebihan , novel ini juga terlalu sering memakai kata hehe Bagi saya, hehe hanya cocok dipakai dalam teenlit, personal literature, jurnal harian, review pribadi, atau novel humor Sedangkan dalam novel novel serius, bahkan jika itu berupa roman sekalipun, kata hehe dapat mengurangi kesan serius yang telah dibangun Berkaca pada novel novel terjemahan, mereka tetap bisa menghadirkan momen sedang tertawa , nyengir , terkekeh , atau tersenyum tanpa menggunakan kata hehe yang tampak kurang formal Ada satu line di novel ini yang bisa menjadi gambaran bagaimana menghadirkan dialog humoris yang menular ke pembaca tanpa penggunaan hehe Muntilan Muntilan Magelang Magelang teriak kernet bus sambil bergelantungan di pintu Crutu Magelang mak crut metu pegele ilang Candanya yang disambut tawa para penumpang.Jujur saja, saya tak tahu kenapa para penumpang tertawa karena sekali lagi saya tekankan, saya tidak mengerti bahasa Jawa Namun, saya tersenyum seolah olah saya paham apa yang dimaksud dengan mak crut metu pegele ilang.Ketiga, jangan berharap ada adegan erotis a la novel historical romance di Nyai Gowok karena adegan kipas kipasnya nanggung senanggung naggungnya Ciyussss Saya bahkan tidak sadar bahwa Bagus sudah make out dengan Martinah karena ternyata ia masih saja memikirkan mengenai paha.Keempat, selipan kisah mengenai Nyai Bayak Abang terlalu panjang padahal bukan bagian penting dari cerita Dua atau tiga paragraf saya rasa sudah cukup untuk menceritakan tentang penghuni kubur yang tengah diziarahi Pun juga, kisah tentang Lurah Juwiring yang fall in lust pada Nyai Gowok hanya memanjang manjangi plot Tanpa cerita tambahan itupun, plot utama tetap tidak akan terpengaruh I think, Lurah Juwiring ini malah terkesan seperti konflik tempelan pesanan editor karena memang plot utama tentang Bagus yang berguru pada Nyai Gowok tidak berkonflik sama sekali Sorry..Kelima, diceritakan bahwa Bagus Sasongko baru saja selesai disunat dan maka dari itu ia dikirim ke Nyai Lindri untuk menuntut ilmu tentang sex education Premis ini agak kurang logis sebenarnya, apalagi ditambah dengan hubungan badan yang dilakukan Bagus pada Nyai Lindri untuk lebih mendalami dengan kata lain, praktek ilmu yang sudah diajarkan Padahal dikatakan bahwa janganlah menggunakan nafsu kelelakian pada wanita yang belum menjadi isteri Hmmm kontradiktif Selain itu, diceritakan pula bahwa Bagus Sasongko berumur 15 dan mau masuk SMA What Gede amat baru disunat Ada juga keanehan mengenai pengetahuan Bagus tentang tembang Di halaman 88, ketika Nyai Lindri bertanya pada Bagus tentang tembang Macapat, Bagus menjawab di sekolahnya baru diajari Gambuh dan Pocung sementara Dandanggula dan Pangkur hanya disebut sebut Tetapi 200 halaman kemudian, tepatnya di halaman 288 ketika Nyai Lindri menanyakan hal yang sama mungkin Nyai nya lupa kali ya, hehhe , Bagus malah menjawab ia sudah diajari Dandanggula, Pocung, dan Gambuh sejak sekolah rakyat Bahkan, mereka menembangkan Dandanggula bersama sama Kontradiktif I seeKeenam, plot hole Saya sih bertanya tanya, kok si Bagus bisa mengontrol untuk tidak meninggalkan benih saat make out dengan Martinah dan Nyai Lindri sementara dikisahkan bahwa dia itu begitu polos soal begituan Martinah maupun Nyai Lindri pun diceritakan masih takut hamil, it means that they have no protector Lebih tidak mungkin lagi kalau Bagus melakukan ejakulasi putus Canggih bener baru pertama udah EP Kwkwkwk buah dari fikiran saya yang terlalu ingin tahu.Terakhir, ini sih berkenaan dengan personal taste jadi memang sifatnya subjektif Hehe Saya tidak suka dengan fakta yang dibeberkan novel ini mengenai gowok dan remaja Kalau si gowok juga ujung ujungnya main ranjang dengan muridnya, semua pesan pesan yang ia sampaikan untuk menjaga perasaan wanita, jangan mengumbar nafsu bla bla bla terasa mentah belaka Di luar itu, as I mentioned above, idenya keren, sayang ceritanya kurang kaya dan plotnya, to be honest, biasa saja That s my reason of writing the plain synopsis like that see the 1st, 2nd, and 3rd paragraphs of this review.Masalah cover tentu juga harus disoroti berhubung hal satu itu juga masuk dalam penilaian saya Dan saya memutuskan bahwa cover Nyai Gowok, kuerrren bingitsz Kesan Jawa dan tempo dulunya dapat sekali Kombinasi warnanya pun indah Pun, saya juga suka font tulisannya yang pas sehingga membuat novel ini ramah buat mata.Meskipun saya mencatat banyak kekurangan, tanpa mengurangi rasa hormat kepada Diva Press yang telah memberikan novel ini secara prodeo, semata mata hal ini saya lakukan untuk perbaikan ke depan Saya tidak bermaksud mencela, sok tahu, atau gimana gimana, karena bagaimana pun, pembaca adalah penikmat buku Ketika ia merasa buku tersebut kurang nikmat, ia berhak komplain dong Hehe Tetapi, saya garis bawahi, novel ini bagus Banyak aspek yang juga saya kagumi dan ya I classify this as a page turner book, yang artinya saya enjoy kok baca novel ini Bikin nagih untuk tahu kelanjutannya.I recommend this book to lelaki yang ingin menambah gairah seksual dan kejantanan HihiP.S Nama penulis ikutan jadi cameo lho di novel ini I think of Joko Anwar


  2. says:

    Nyai Gowok Novel Kamasutra dari Jawa Seandainya saja judul novel ini Nyai Gowok tanpa embel2 Kamasutra mungkin rating rata2 bisa lebih tinggi Banyak reviewer yang merasa ekspektasi mereka tidak terpenuhi karena unsur Kamasutra nya kurang terasa bahkan tidak ada sama sekali Beberapa berharap seisi buku adalah teknik bercinta, tips ramuan tahan lama, atau rayuan2 asmara Sebenarnya tema itu ada tetapi memang sebagai pelengkap saja Garis besar cerita adalah kehidupan seorang Gowok dan anak didiknya.Gowok adalah seorang wanita yang bertugas mendidik anak lelaki yang baru sunat agar mengerti seluk beluk tubuh perempuan dan cara membahagiakannya Tidak hanya permainan ranjang yang diajarkan seorang gowok, namun juga tanggung jawab seorang suami dalam rumah tangga sebagai bekal kelak ketika ia dewasa Nah, dalam novel ini dikisahkan seorang Gowok bernama Nyai Lindri yang diserahi tanggung jawab untuk mendidik Bagus Sasongko, anak seorang priyayi desa Cerita mengalir ketika Bagus yang baru sunat diajari tentang anatomi tubuh wanita dan sekaligus mempraktekkannya dengan si Nyai Disinilah ekspektasi dari tagline Kamasutra mulai bermunculan Namun apa yang terjadi, Kamasutra hanyalah sejumput garam dalam sup sekuali Wadah besarnya adalah kehidupan Nyai Lindri sendiri sebagai seorang gowok.Bagi saya, ini adalah suatu tema besar yang semestinya bisa dieksekusi lebih bagus oleh Budi Sardjono Sejarah akan gowok, perkertaapian, gendhing2 Jawa, Yogya, dan sisi lain pangeran diponegoro digambarkan dengan bagus, tetapi penokohan dan alur ceritanya kurang begitu berkesan Jujur, saya membandingkan novel ini dengan Ronggeng Dukuh Paruk nya Ahmad Tohari Jika saja Bagus Sasongko dibuat lebih lugu dan akhir kisah dibuat lebih tragis, tema besar tersebut akan tergarap bagus Terlebih lagi, saya sangat terganggu dengan kata hehe yang diulang2 sepanjang cerita Saya setuju dengan beberapa reviewer yang mengatakan bahwa seharusnya kata itu bisa dijabarkan dengan penggambaran mimik muka, jadi pembaca tetap menangkap kesan lucu tanpa merasa bosan Imbasnya, menurut saya, kata hehe yang ditemui di hampir setiap halaman menurunkan keseriusan tema sejarah seksualitas tadi.


  3. says:

    Novel ini banyak sekali ilmu tersuratnya, terutama mengenai Kamasutra dan beberapa ramuan yang baik untuk menguatkan juga menjaga kelaki lakian Bagus Sasongko yang polos namun cerdas, terkadang konyol Nyai Lindri juga demikian Tetapi, mungkin begitulah jalan pikiran orang orang di masa itu.Tetapi, saya malah menemukan hal lain Mengenai tokoh anak kelas V Sekolah Rakyat yang bernama Budi Sarjono, seperti nama penulis buku ini Seolah mengisahkan sebagian sekali dari dirinya Jika ingin mendapatkan ilmu olah asmara yang tersurat, juga dibalut sejarah dan mantra mantra, buku ini pas.


  4. says:

    Love this oneee..Suka banget sama isi novel ini Blurbnya memang agak agak memancing ke mikir yang enggak enggak sih dan saya sempat nggak mau baca ini karena mikir ini isinya 17 Tapiiiiii TAPIII, ternyata isinya nggak seperti yang saya bayangkan.Isinya benar benar bagus, mengajarkan mengenai hakikat hubungan antara suami istri Bagaimana keduanya bisa saling membahagiakan, bukan hanya mengumbar nafsu Adegan plus plus yang saya kira bakal bertebaran, ternyata dibantah dan penggambarannya sangat halus, sampai saya sendiri bingung ini lagi ngapain sih mereka.Saya suka bagaimana Nyai Lindri mengajarkan Bagus sebagai Lelananging Jagad Bagaimana cara membahagiakan wanita, tidak grusa grusu di tempat tidur, memperlakukan wanita dengan lembut, dan mencukupi lahir batinnya Saya rasa, novel ini layak dibaca untuk siapa pun yang sudah dalam masa puber, sebagai pembelajaran, bahwa pernikahan bukan hanya sekadar hubungan fisik, melainkan juga hubungan batin Bagaimana bisa mengolah rasa dan batin, supaya menciptakan kebahagiaan dalam keluarga.Nyesel nggak beli buku ini dulu Aaaah jiwa penimbunku TT___TT


  5. says:

    wanita paling senang jika disentuh dengan lembut Pelan pelan, tidak usah tergesa gesa, hlm 310 Dari judulnya plus subjudulnya yang agak provokatif sekaligus memancing rasa penasaran, novel ini memang menghadirkan banyak cerita sekaligus pelajaran tentang urusan ranjang, terutama pengetahuan yang penting diketahui oleh seorang laki laki tentang seluk beluk seksualitas perempuan Bersetting kota Temanggung tahun 1955, Nyai Gowok mengisahkan tentang pengalaman seorang remaja laki laki bernama Bagus Sasongko, putra seorang wedana di Randu Pitu yang nyantrik di rumah Nyai Gowok selama beberapa minggu Konon, dalam tradisi Jawa tempo dulu, sudah umum jika remaja pria yang habis disunat dititipkan untuk tinggal serumah dengan seorang gowok yang akan mengajarinya berbagai hal tentang seluk tubuh perempuan, dengan tujuan kelak agar si pemuda bisa membahagiakan istrinya dalam urusan ranjang Tradisi gowok sendiri konon berasal dari Tiongkok, yang kemudian tiba ke Jawa dengan dibawa oleh seorang wanita bernama Goo Wook Niang Tugasnya adalah memperkenalkan remaja lelaki yang akan beranjak dewasa kepada seluk beluk tubuh perempuan, agar mereka tahu bagaimana membahagiakan perempuan secara lahir maupun batin Karena nama Goo Wook Niang susah dilafalkan oleh lidah Jawa, maka lama kelamaan istilah ini disederhanakan menjadi gowok Sebagai putra seorang pembesar, adalah sudah lumrah jika Bagus Sasongko dititipkan kepada seorang gowok, dan dia akan tinggal bersama Nyai Lindri, seorang gowok yang tinggal di dusun Gowangan Sebagai seorang gowok, Nyai Lindri bertugas mendidik Bagus agar menjadi seorang lelaki yang sejati, dalam hal ini terutama sejati secara seksualitas Bahwa lelaki yang sejati bukanlah lelaki dengan kemampuan seks luar biasa dan tahan lama di ranjang, lebih dari itu Lelaki sejati menurut Nyai Lindri adalah lelaki yang bisa menghargai wanita sebagai pasangan hidupnya, yang mampu memuaskan istrinya baik secara lahir maupun batin, cukup sandang, pangan, dan papan Diajarkan pula aneka teknik untuk memuaskan wanita, titik titik mana saja yang harus disentuh atau dibelai dari tubuh wanita yang akan membuat istri menjadi nyaman untuk diajak memadu kasih Dengan telaten, diajarinya Bagus Sasongko tentang bagaimana melayani wanita, menjadikan istrinya terbang ke nirwana saat keduanya tengah bercinta Benar sekali, buku ini begitu sarat dengan aneka pengetahuan seksual tentang perempuan Selama nyantrik di rumah Nyai Lindri, Bagus Sasongko juga belajar dari Martinah pembantu Nyai Lindri yang rupanya juga memiliki bakat sebagai gowok Dari wanita separuh baya namun bertubuh sintal inilah Bagus Sasongko mewujudkan fantasi fantasi erotisnya dan mengalami maaf mimpi basahnya berulang kali Kondisi rumah Nyai Lindri memang sangat mendukung Entah berapa kali Bagus Sasongko secara tidak sengaja mendapatkan pemandangan lekuk tubuh wanita yang molek, entah itu betis entah itu bagian belakang leher Semuanya seolah disengaja agar dia sebagai pria mampu mengetahui dan lalu menghargai seluruh bagian tubuh wanita Wanita itu, Mas, dari ujung jari kaki sampai ubun ubun ibaratnya mudah kena setrum Tetapi, ada bagian bagian tertentu yang setrumnya lemah, ada juga yang setrumnya menyengat, membuat wanita kaget mak jenggirat hlm 129 Selain banyaknya pengetahuan seksual tentang tubuh perempuan, keunggulan lain dari novel ini adalah pengetahuan sejarahnya yang cukup informatif Dalam perjalanan piknik mereka menuju Jogja, Nyai Lindri sempat bercerita kepada Bagus tentang sejarah kereta api di Jawa Tengah, apa saja stasiun stasiun yang menghubungkan antara Temanggung Secang Ambarawa Magelang Jogja, tentang rel yang bergerigi karena jalurnya menanjak, juga bahwa dulu pernah ada kereta jurusan Magelang Jogja yang relnya berdekatan dengan jalan raya Sayang sekali jalur ini sudah tidak ada, digantikan oleh jalur bus yang sudah begitu banyaknya Ada juga sekelumit kisah tentang perjuangan Pangeran Diponegoro, juga kutipan dari mantra ajian jarang goyang ajian untuk memikat lawan jenis serta pupuh untuk menolak ajian tersebut Dalam bab bab terakhir, Nyai LIndri juga mengutip kitab kuno dari Bali, Rahasya Sanggama, yang berisi tiga teknik untuk membahagiakan wanita di atas ranjang, yakni dengan angguliprawesa, jihwaprawesa, dan purusaprawesa Apakah artinya dan bagaimana tekniknya Silakan baca sendiri di buku ini soalnya maaf agak agak berbau pornografi meskipun sebenarnya tidak mengapa bila dibaca oleh mereka yang sudah cukup umur dan berumah tangga, karena tujuan utamanya memang untuk mengharmoniskan hubungan suami istri di ranjang Dan, ketika tiba akhirnya Bagus Sasongko harus meninggalkan rumah Nyai Lindri, ia telah berubah menjadi lelaki yang lebih dewasa Tubuhnya masih remaja, tetapi dalam hal olah seksual dan pemikiran ia telah menjadi seorang pria yang jauh lebih dewasa Terutama mengenai bagaimana cara menghargai dan memperlakukan perempuan, serta membahagiakannya Sedikit kritikan mungkin pada banyaknya kata he he he dan hi hi hi yang bertebaran di buku ini Entah mengapa, suara tawa yang slengean ini terasa kurang cocok bagi sosok Nyai Lindri yang begitu penuh penuh apa Yon Penuh pengetahuan dan pengalaman hehehe Dengan segala kualitasnya, Nyai Gowok bisa menjadi bacaan yang mencerahkan, dengan syarat Anda berpikiran terbuka dan tidak picik Selamat membaca Menjadi seorang lelaki yang bisa disebut sebagai lelanangin jagad itu kalau dia bisa mengendalikan hawa nafsunya Ingat itu ya, Mas Hargailah wanita, jangan sekali kali memandang bahwa mereka hanya sekadar obyek pemuas nafsu Jangan Bagaimanapun Mas Bagus lahir dari rahim seorang wanita, bukan lahir dari batu gunung hlm 323 4 bintang karena buku ini berisi banyak pelajaran eh


  6. says:

    i think is defferent


  7. says:

    Sebagai keturunan Jawa yang tidak banyak tahu tentang sejarah dan terutama kebudayaaan Jawa, latar belakang buku ini sangat menarik bagi saya Sayangnya beberapa fakta dan atau legenda berbau sejarah yang dibubuhkan di dalam buku ini kesannya hanya seperti tempelan saja, kalau bukan sambil lalu Mungkin karena saya sudah berharap terlalu banyak saat membaca sinopsisnya Plot utamanya justru kalah menarik bila dibandingkan dengan cerita cerita epik yang dtuturkan para tokoh dalam buku ini, misalnya tentang arsitek rel kereta api yang konon keturunan China, kisah Go Wook Niang dan para leluhur Nyai Lindri, maupun kisah heroik perjuangan Diponegoro Konflik yang dihadapi para tokoh utamanya malah kalah dan terasa kurang menggigit Amanat yang tersirat bagus, sebuah pembelaan untuk kaum perempuan.


  8. says:

    Sungguh novel yang dibuat asal asalan Menurut saya Setidaknya sampai sejauh ini begitu.Niatnya mengangkat cerita budaya Jawa tempo dulu memang bagus Tapi entah kenapa saya merasa novel ini dibuat tanpa riset yang cukup mengenai budaya masa lampau tanah Jawa ataupun Indonesia Penulisan naskah pun cukup mengganggu, mulai dari penulisan Oh menjadi Ouh. lalu penulisan isi hati tokoh yang panjang namun tidak jelas maksudnya apa Dan jalan cerita yang membosankan.Terlalu wah kalau menyebut buku ini sebagai novel kama sutra dari tanah Jawa Sejauh ini, sama sekali tidak sesuai antara julukan buku dan isi bukunya Atau mungkin saya yang mengharapkan cerita ini akan sebaik cerita Kama Sutra Entahlah Bisa jadi begitu, makanya saya kecewa.


  9. says:

    bagus tapi sedikit kurang provokatif.


  10. says:

    Cukup menghibur dan lumayan menarik Enak dibaca, ringan, dan membuat pembaca membayangkan setting jawa pada masa tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *